Kamis, 15 November 2012

Workshop Cermat

Workshop Kepenulisan Cerpen & Novel Komunitas CERMAT (CEndoleRs MedAn Top)-Yayasan Universal Nikko


Assalamualaikum, sahabat blogger's. Hari ini saya ingin menceritakan tentang acara yang sudah lama direncanakan terwujud. Apalagi kalo bukan workshop. Ya, rencana ini sudah ada satu tahun belakangan. Karena kondisi dan situasi yang tak memungkinkan, makanya Minggu 11 November 2012 kemaren workshop ini sukses hingga puncaknya di Taman Budaya Medan, tepatnya di gedung pameran.

Senang rasanya bisa ketemu sama teman-teman maya yang menjadi nyata. Ketemu Kak Eva (Padang Sidempuan) yang karyanya luar biasa, belajar dari semangatnya untuk terus belajar dan belajar, ada Rizki teman baru tapi udah kayak teman lama, ngerusuh di rumah Mbak Evi yang udah kayak Hotel berbintang lima bareng Vivi, Rahmayani, dan Kak Aida. Ramajani yang tingginya melebihi aku (kirain kecil, hihii ^_^), buat semuanya keluarga Cermat yang gak bisa disebutkan satu persatu. Kalian semua the best forever.Semoga saja kita terus menjalin silahturahmi dan semangat berkarya.

Nah, dari pada berlama-lama mending langsung simak aja ya susunan acaranya ^_^


 Panitia Workshop Cermat Minggu, 11 November 2012 


 Bazar Buku-buku Terbitan Universal Nikko, karya Cendolers



 Suasana saat Bang M. Raudah Jambak memberi materi



 Ramajani Sinaga, selaku peserta dari Aceh yang diwawancarai oleh DAAI TV.


Peserta Workshop


 Dua Pembicara M. Raudah Jambak dan Putra Gara



 Ketua Panitia diwawancarai oleh DAAI TV



 Pemberian kenang-kenangan oleh Ketua Cermat (Evi Andriani) kepada Putra Gara



Peseta pada narsis semuanya ^_^


Pembacaan Puisi


Pemberian doorprize untuk peserta yang aktif bertanya


Ketauan nih lagi gosip bahas masalah karya. Heheheh


Masih banyak lagi foto-foto narsis yang belum terupload. Semoga acara ini dijadikan batu loncatan semua peserta untuk lebih semangat berkarya. :)

Selasa, 06 November 2012

Puisiku di Batak Pos, 3 November 2012

Kembali lagi puisi-puisi sederhanaku mewarnai Koran Batak Pos edisi Sabtu, 3 November 2012 bersama opini "Minat Para Pembaca"ku.






Hujan Oktober
Daun telinga terusik oleh tetesMu yang jatuh di atas gubukku
Meninggalkan aroma basah menggelitik pada lantai pijakku
Pun dingin merambat hebat sekujur tubuh
Seklumit rindu jauh menghampiri jendelaku
Sayang, hujan ini membawa pesanmu
Tanjung Balai, 16 Oktober 2012

Kemana Presiden Kita?
Tak jemu kami mencarimu
Di sudut kegelapan tempat kau bersembunyi
Kemana dirimu?
Lihat! Perlahan istanamu oleng ke sana kemari
Keluarlah, jangan meringkuk malu
Cambuk tikut berdasi dengan pecut yang kau punya
Bukan ikuta lari bersamanya
Hei! Pun kertaskertas usang mencarimu, spanduk besar, bahkan elektronik sekalipun
Kemana presiden kita?
Akupun diam tak tau
Tanjung Balai, 16 Oktober 2012


Opini singkatku di Batak Pos

Resensi, "SUKER", Medan Bisnis, 21 Oktober 2012

Resensi Antologi SUKER dimuat di Medan Bisnis edisi Minggu, 21 Oktober 2012

Assalamualaikum, sahabat blogger. Kangen aku gak. Hihihi, pede amat ya ^_^ Ya udah, seperti biasanya aku ingin menuliskan sebuah karya yang berhasil dimuat. Kalian tau, ini karya yang super duper lama banget nunggunya, 5 bulan lebih loh. Bahkan aku sudah melupakannya.

Maklum, prinsip yang selalu kuikuti dalam setiap jalan kepenulisanku adalah "Menulis itu SESUATU, dimuat itu BONUS". Dan itu sebuah prinsip yang membuat aku semakin semangat untuk terus menulis ^_^.






Kisah yang Menginspirasi

Oleh : Ayu Ira Kurnia Marpaung

Judul       : Buku SUKER Antologi 8 Fiksi
Penulis  : Donatus A. Nugroho, Divin Nahb, Erry Sofid, Putra Gara, Agus Linduaji,     Mayoko Aiko, Nimas Aksan dan Dela BungaVenus.
Penerbit : UNIVERSAL NIKKO
Tebal      : vi + 154 hlm; 13x19 cm
Cetakan : Januari 2012

            Kedelapan nama di atas disebut sebagai Suker (Suhe Keren) karena kontribusinya di dalam sebuah grup dan kreatifitas menulisnya. Mereka adalah tokoh penting dalam grup facebook Diskusi Fiksi.MenulisFiksi.MembacaFiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) yang sekarang anggotanya mencapai lebih enam ribu orang.

Buku ini saya peroleh dari salah seorang penulis buku ini, Nimas Aksan. Sebuah keistimewaan dalam diri saya. Buku ini dikemas dalam cover yang sudah sangat menarik kerika melihatnya. Dengan berbagai ragam sajian cerita yang membuat kita menikmati buku ini. Kedelapan penulis ini, menyajikan cerita mereka dengan cirri khas masing-masing. Bukan sekedar tulisan, buku ini juga menyajikan pesan moral yang kuat dalam setiap ide cerita.
Donatus A. Nugroho menyajikan cerita sosok seorang remaja yang sangat berani untuk membela kebenaran. Tafrie, pelajar SMA 222 kelas 12 yang menjadi saksi mata atas perampokan yang terjadi dalam sebuah Nice bus. Dengan kekurangan pada indra pendengarannya, Tafrie dapat mengetahui rencana dari aksi perampokan itu melalui membaca gerak bibir setiap pembicaraan tanpa harus mendengar (Saksi Mata, hal 1).
Cuplikan cerita Erry Sofid sangat mengerikan. Seorang Suker yang merasa dikhianati oleh istrinya karena perselingkuhan yang dilakukan seorang Dea dengan sesama jenis, Widya. Membuat Suker menyewa seorang dukun santet, dan berniat menghukum mati keduanya melalui santet. Hingga membuat Dea dan Widya harus mati tragis oleh sosok bayi gaib yang dikirim (Malam Ini Ada Yang Mati Disantet, hal 21).
Para penulis buku ini bukan orang yang biasa tapi sangat luar biasa. Karya mereka sudah menjajahi setiap media. Buku ini sangat keren. Kenapa saya menyebut keren? Karena buku ini mampu membawa kita dalam konflik dan ide ceritanya. Kita seperti ada dalam setiap cerita yang disuguhkan.
Tidak ada salahnya anda juga memiliki buku ini. Buku yang akan membuat anda menangis, menjerit, takut, senang, bahkan kagum. Membuat anda melupakan sejenak penat yang mempenjarakan anda dalam kesibukan. Buku ini dapat dinikmati di mana saja berada. Tidak heran kalau banyak pembaca yang tidak jenuh dengan buku ini dan menyimak terus kisah-kisahnya. Buku yang member inspirasi setiap pembaca.

Jangan lupa untuk meninggalkan kritik dan saran. Ditunggu ya, hihihiih ^_^






Rabu, 26 September 2012

Puisiku di Harian Waspada, 9 September 2012

Alhamdulillah, akhirnya aku bisa juga menampilkan puisi-puisiku di Koran Harian Waspada bersama penulis lainnya.

Puisi Hujan dan Lelaki Kopiku dimuat di Koran Harian Waspada Minggu, 9 September 2012



Hujan

Pagiku bertemankan rinai hujan
Yang membalut tubuh
dalam dingin beku
Kumeringkuk di sudut hampa
Mengharap kau datang
membawa hangat
Hujan, begitu cepatkah kau datang?
Bersama luka menganga
dalam ruang ini
Haruskah ku terlena dalam tetes
demi tetesmu


Lelaki Kopiku

Aku mengagumimu dari jarak aroma
yang kau hidangkan
Mengecap sedikir rasa
yang meleleh pada gelas
Adakah kau memberi cinta
pada aroma kopi itu?
Hingga aku benarbenar terbuai dalamnya
Yang akan berhenti jika kata mereka aku tlah tiada


Dua puisi yang sudah lama kusimpan dan baru berani mengirimkannya setelah melewati masa galau ^_^

Puisiku di Batak Pos, 1 September 2012

Gadis Pemimpi
(Oleh : Ayu Ira Kurnia)
Berjalan di lorong-lorong kehidupan
Menyelusuri setiap jejak bayang semu
Mengecap asa—tergeletak di jalan, tak lepas dari noda

Kau tersenyum melihatnya
Katamu, itu rotasi yang akan terus berputar
Kau tertawa, itu hanya lelucon semata
yang akan hilang oleh keajaiban

Mimpimu selalu hadir dalam tidur panjangmu
Berharap setiap cerita di dalamnya menjadi nyata bukan semu
Sederetan aksara demi aksara terukir
Menanti sejumlah syair yang tercipta
Dalam lorong kehidupan gadis pemimpi.

Tanjung Balai, 25 Mei 2012

Terbit di Koran Batak Pos Sabtu, 1 September 2012